Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

TEROR TUMBAL KERANDA MAYAT

Gambar
  Daniel Rezende · MELANCHOLIA Music Box Sad, Creepy Song NEW Adi dan Rudi adalah dua sahabat yang sudah berteman sejak kecil. Mereka sama-sama tinggal di desa kecil di pinggiran kota dan sering diberi tugas untuk membantu kegiatan di mushola, termasuk berjaga malam saat ada warga yang meninggal. Adi adalah tipe orang yang skeptis. Ia tidak mudah percaya pada cerita-cerita mistis yang beredar di desa mereka. Sementara itu, Rudi adalah kebalikannya. Ia tumbuh besar dengan berbagai cerita horor yang sering diceritakan oleh kakeknya. Salah satu kisah yang paling membuatnya takut adalah tentang keranda mayat tua di mushola. Menurut cerita orang-orang tua, keranda itu sudah digunakan selama puluhan tahun. Namun, ada sesuatu yang aneh—kadang, keranda itu terdengar berdecit sendiri di malam hari. Ada juga yang mengaku pernah melihatnya bergeser sedikit, seolah ada sesuatu yang masih bersemayam di dalamnya.

PAMALI, SIULAN PEMANGGIL ARWAH

Gambar
Di sebuah desa terpencil bernama Kembangjati, ada satu aturan yang tidak boleh dilanggar siapa pun: Jangan pernah bersiul setelah tengah malam. Aturan ini sudah ada sejak zaman leluhur, tapi tak ada yang berani menjelaskan alasannya. Satria, seorang pemuda yang baru kembali ke desa setelah bertahun-tahun merantau, menganggap aturan itu tak lebih dari takhayul. Suatu malam, setelah berkumpul dengan teman-temannya, ia berjalan pulang sendirian melewati jalan setapak yang gelap dan sunyi. Langit mendung, hanya ada suara jangkrik dan gemerisik daun tertiup angin. Tiba-tiba, Satria teringat larangan aneh itu. Dengan senyum mengejek, ia pun bersiul—nada pendek yang santai, sekadar membuktikan bahwa tidak akan terjadi apa-apa. Namun, sebelum ia sempat melanjutkan langkah, terdengar balasan. Sebuah siulan, berasal dari dalam hutan gelap di pinggir jalan. Satria terdiam. Dadanya mulai berdebar. Itu mungkin hanya gema… atau angin. Ia mencoba bersiul lagi, kali ini dengan nada berbeda. Balasannya...

JERAT BIRAHI PENUNGGU PUNDEN DESA

Gambar
Wira, seorang mahasiswa semester akhir, mendapatkan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa pelosok bernama Desa X. Desa itu terkenal dengan cerita mistis yang turun-temurun diceritakan oleh penduduknya. Salah satu legenda yang paling terkenal adalah tentang Dayang Punden, sosok gaib yang dipercaya sebagai penunggu desa. Saat pertama kali menginjakkan kaki di desa itu, Wira merasa ada sesuatu yang aneh. Udara di sekitar tempat ritual Punden terasa lebih sejuk dan harum, seolah mengandung aroma kemenyan bercampur bunga kenanga. Para tetua desa menatapnya dengan pandangan berbeda, seakan mereka menyadari sesuatu yang tak ia ketahui. Di sela-sela kegiatan KKN, Wira sering melamun. Ia merasa seperti selalu diperhatikan oleh sesuatu yang tak kasat mata. Teman-temannya pun menyadari perubahan sikapnya. "Wi, kenapa kamu? Kelihatan sering melamun akhir-akhir ini," tanya Dito, salah satu teman KKN-nya. Wira hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepala, mencoba menepis kegelisa...

TERSESAT KE ALAM GAIB KETIKA PULANG KERJA

Gambar
  Bagian 1: TERSESAT Dina meregangkan tangannya yang pegal setelah seharian bekerja. Matanya melirik jam di ponselnya— 22:30 malam. Terlambat lagi. Hari ini ia harus lembur karena deadline laporan. Dina tahu pulang selarut ini berisiko, apalagi ia harus melewati jalan kecil di dekat hutan untuk sampai ke rumahnya. Namun, tidak ada pilihan lain. Ia mengambil tasnya dan berjalan ke parkiran. Motor matic kesayangannya masih terparkir di tempat biasa. Tanpa berpikir panjang, ia menyalakan mesin dan mulai melaju di jalanan sepi. Jalan yang biasa dilewatinya memang cukup gelap, hanya diterangi beberapa lampu jalan yang jaraknya berjauhan. Tapi malam ini… rasanya lebih gelap dari biasanya. Dina menggigit bibirnya. Perasaan aneh mulai muncul di dadanya. Saat sampai di pertigaan dekat hutan kecil, ia merasa ada sesuatu yang tidak biasa. Seharusnya ia belok kanan seperti biasa, tetapi entah kenapa, malam ini ada jalan lain di sebelah kiri yang terlihat lebih terang. Padahal, ia yakin jalan...